Logo

Berita

Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Berwawasan global dan berkarakter Islami

Demi mewujudkan tujuan membangun manusia Indonesia seutuhnya, diharapkan partisipasi dan peran serta aktif dari segenap elemen bangsa. Mahasiswa sebagai kaum intelektual yang mempunyai intelegensi tinggi, serta Pondok Pesantren sebagai sub sistem lembaga pendidikan di Indonesia merasa terpanggil untuk berkarya nyata dalam menegakkan dan meluruskan roda kehidupan berbangsa dan bernegara dengan didasari akhlaqul karimah. Pada sisi ini, barangkali tidak berlebihan bila mahasiswa dalam lingkungan pondok pesantren diasumsikan sebagai salah satu elemen pendidikan yang memiliki komitmen utama dalam pembinaan manusia yang berbudi, berakhlaqul karimah, bertaqwa dan sungguh-sungguh menyadari akan kapasitasnya sebagai makhluk yang memiliki keterkaitan secara horizontal (hablun minannas) dan keterkaitan secara vertikal (hablun minalloh).

Sementara itu, problematika kehidupan kian waktu kian mengemuka dikeseharian masyarakat, seiring dengan perkembangan era global serta kecanggihan dunia teknologi yang melesat maju. Bahkan semua itu mau tidak mau tentu akan merambah pada sendi perikehidupan di dalam beribadah. Sedangkan pemecahannya lewat Al Qur’an dan Hadits tidak sesederhana anggapan sebagian orang. Forum kajian fiqh yang diharapkan mampu menjembatani terselesaikannya problematika di atas adalah merupakan salah satu langkah alternatif. Sehingga kegagapan masyarakat yang resah menanti jawaban, akan terpuaskan oleh penyajian jawaban di dalam peribadatan yang lurus dan perikehidupan yang lebih tegak.

Syawir (Bahtsul Kutub) adalah media komunikasi antar mahasiswa berupa Forum Kajian Fiqih yang diprakarsai oleh Devisi Pendidikan dan Pengkaderan Lembaga Gubernuran Mahasiswa Fakultas Agama Islam (LGM FAI) 2016/2017 Universitas KH. A. Wahab Hasbulloh, atas restu dan dukungan segenap Penasehat dan Pembina LGM FAI. Organisasi ini bertujuan untuk mewujudkan karya nyata dari mahasiswa dalam lingkungan Pondok Pesantren sebagai peran aktifnya di dalam membangun Bangsa dan Negara. Dalam rangka menyatukan visi dan misi agama guna mempertahankan ajaran Islam ‘ala thoriqoti ahlissunnah wal jama’ah karena dewasa ini, marak serangan-serangan pemikiran dari berbagai pihak yang diarahkan pada kelompok ahlussunnah wal jama’ah ini. Di samping itu, Syawir dibentuk sebagai perwujudan kepedulian kalangan mahasiswa dalam menyikapi, menjawab dan mencari solusi dari segala permasalahan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap hal-hal di atas, LGM FAI mengupayakan kajian-kajian fiqh yang dikemas dalam Forum Syawir LGM FAI, sekaligus sebagai wahana pelatihan pada mahasiswa untuk berfikir serta bersikap cerdas dan seimbang.

Syawir merupakan kegiatan perdana, yang baru dilaksanakan pada 25 Maret 2017 lalu. Dan dalam kegiatannya akan dilaksanakan pada setiap Sabtu akhir di setiap bulan. Kegiatan tersebut bertempat di Masjid Al Haromain UNWAHA. Peserta Syawir ialah dari segenap elemen civitas akademik Universitas KH. A. Wahab Hasbulloh (UNWAHA) dan masyarakat umum di sekitar lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, khususnya untuk Fakultas Agama Islam. Diskusi interaktif mengenai kajian fiqih guna merumuskan kejelasan hukum syari’at terkait dengan masalah-masalah yang aktual dalam masyarakat pada saat ini, baik masalah ibadah, sosial, ekonomi, media sosial, dan lain-lain. Kegiatan tersebut mengupas Kitab Ghoyah Wa Taqrib matan Fathul Qorib karangan Abu Syuja’ Ahmad Bin Husain.

Selain itu sebagai kegiatan penunjang Syawir, kami juga menghadirkan Bimbingan Baca Kitab (BBK) yang diadakan setiap Hari Rabu bertempat di Gedung D Ruang D.2. Kegiatan tersebut dibimbing oleh Ustadz Robi Febrian, mahasiswa Ekonomi Syari’ah semester 8 Unwaha, alumnus Mu’allimin Mu’allimat Bahrul Ulum Tambakberas dan diikuti oleh beberapa Mahasiswa Unwaha yang telah tergerak hati dan pikirannya untuk mendalami Al Qur’an dan Hadits melalui pendapat Para Ulama, juga menyadari pentingnya penerapan fiqh yang semakin berkembang dalam kehidupan sehari-hari beserta penyelesaiannya. Dalam kegiatannya, pembimbing memaknai kitab Ghoyah Wa Taqrib dengan maknanan Jawa Pegon dan peserta dituntut kritis tentang Nahwu Shorof sebagai bahan pertanyaan yang akan diajukan juga dibahas bersama-sama. Pembelajarannya meliputi makna kitab, terjemah, penjelasan serta nahwu shorof.

Diharapkan, Syawir dan BBK semakin kokoh dengan tradisi keilmuan pesantrennya dan menjadi simpul penjalin dan silaturrahiim antar mahasiswa di lingkungan UNWAHA dan terciptanya civil society yang madani, serta berdaya cipta demi terpecahkannya problematika aktivitas beribadah, pendidikan, sosial, ekonomi, media massa, hankam dan politik di lingkungan masyarakat pada doktrin agama.



Komentar


blog comments powered by Disqus
    • Statistik Pengunjung
    • Browser :
    • Operating System : Unknown Platform
    • Server process time: 0.1342 secs.